Distribusi Frekuensi
Penyajian data
Data yang telah dikumpulkan baik yang berasal dari data populasi atau sampel untuk keperluan laporan atau analisis maka perlu diatur, disusun dan disajikan dalam bentuk yang jelas dan baik. Ada dua cara penyajian data yaitu secara daftar dan grafik.
Macam cara daftar yang dikenal adalah:
- Daftar baris kolom
- Daftar kontigensi
- Daftar distribusi frekuensi
Sedangkan untuk diagram adalah:
- Diagram batang
- Diagram garis
- Diagram lingkaran
Di bawah ini disajikan contoh tabel statistik
Dari data tabel di atas dapat
kita ketahui bahwa konsumen yang berusia 18 – 25 tahun ada 6 orang, sementara
itu yang berusia 26 – 35 tahun ada 26 orang, yang berusia antara 36 – 45 tahun
ada 49 orang dan yang berusia lebih dari 46 tahun ada 19 sehingga total
konsumen ada 100 orang. Kolom yang ketiga menunjukan persentasi dari
masing-masing usia.
Grafik histogram tingkat pendidikan
konsumen
Grafik poligon menunjukan jumlah
penjualan barang dalam ribuan unit
Distribusi Frekuensi
Distribusi frekuensi adalah salah satu bentuk tabel yang
merupakan suatu penyusunan data ke dalam kelas-kelas tertentu dimana individu
hanya termasuk ke dalam kelas tertentu. Kelas adalah penggolongan data yang dibatasi oleh nilai terendah dan nilai
tertinggi dalam suatu kelas. Dalam distribusi frekuensi kita
mengenal istilah interval kelas yaitu lebar dari sebuah kelas dan dihitung dari perbedaan antara
kedua tepi kelasnya. Mid Point (titik tengah) Rata-rata dari kedua
batas kelasnya/kelas limitnya. Nilai batas tiap kelas dalam sebuah distribusi
frekuensi dipergunakan
sebagai pedoman guna memasukkan angka-angka hasil observasi ke dalam kelas-kelas yang sesuai. Ada dua
batas kelas yaitu:
- Batas Kelas Bawah (lower class limit) Batas pertama kelas
- Batas Kelas Atas (upper class limit) Batas kedua kelas
Selain batas kelas kita mengenal
apa yang disebut dengan tepi kelas (class boundaries/true
limits) yang dibagi menjadi:
- Tepi Kelas Bawah (lower class bounderis)Batas kelas pertama yang benar-benar dimiliki oleh distribusi frekuensi tersebut, yaitu batas kelas bawah dikurangi 1digit dibelakang koma
- Tepi Kelas Atas (upper class bounderis)Batas kelas kedua yang benar-benar dimiliki oleh distribusi frekuensi tersebut, yaitu batas kelas atas ditambah 1 digit dibelakang koma
Untuk membuat distribusi
frekuensi dari data yang bergolong maka tahap-tahap yang harus dilakukan adalah:
Menentukan banyaknya kelas
Umumnya dilakukan oleh pertimbangan praktis yang masuk akal
dari pengolah data itu sendiri. Mengenai hal tersebut, metode statistik tidak
memberikan metode mutlak untuk melakukan hal tersebut. Hal umum yang harus
diikuti adalah banyak kelas jangan terlalu besar dan
terlalu kecil. Aturan yang bisa digunakan adalah aturan H.A. Sturges (from “The choice of a Class Interval”,
Journal of the American Statistical Association, 1926), yaitu :
dimana :
K = banyak kelas yang sedang dicari
n = banyak data
Menentukan panjang kelas interval
Panjang kelas interval dapat
dihitung dengan rumus:
dimana
p =
Panjang kelas interval
Jarak/range = Selisih antara angka yang terbesar dengan angka yang terkecil dari sekumpulan
data.
Menghitung frekuensi data
Menghitung frekuensi data yaitu
kita menghitung berapa jumlah data yang masuk dalam kelas tertentu.cara yang
sederhana adalah dengan memberi tanda pada angka atau data yang sudah masuk
dalam kelasnya.
Untuk lebih memahami membuat
distribusi frekuensi, disajikan data mentah nilai ujian statistik dari 80
mahasiswa. Perlu diketahui data yang akan kita buat distribusi frekuensinya
dalam bentuk data berkelompok atau bergolong yaitu data yang akan dibuat dengan
mengunakan acuan panjang kelas dan jumlah kelas interval.
Dari data di atas untuk membuat distribusi
frekuensi dengan panjang kelas yang sama, kita lakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
Menentukan jarak atau range.
Jarak atau range adalah nilai
data terbesar dikurangi data terkecil.dalam data di atas data terbesar adalah
99 dan data terkecil adalah 35 maka jarak dapat ditentukan sebagai berikut:
Jarak = 99 – 35 = 64
Menentukan banyak kelas interval
dengan mengunakan rumus H.A.
Sturges seperti rumus (1) di atas. Untuk contoh data nilai
statistik jumlah data/n adalah 80 untuk itu kita cari dulu nilai log dari 80.
Dari bilangan logaritma diketahui bahwa log 80 adalah 1,9031. Setelah itu kita
masukan dalam rumus persamaan (1) di atas sehingga diperoleh:
Banyak kelas = 1 + (3,3)log 80
= 1 + (3,3)(1,9031)
= 7,2802
Sehingga kita bisa membuat daftar
distribusi frekuensi dengan 7 atau 8 kelas.
Menentukan panjang kelas interval
Untuk menentukan panjang kelas interval dengan mengunakan rumus persamaan (2), untuk contoh data di atas bila kita mengunakan banyak kelas 7 maka panjang kelas interval dapat dicari sebagai berikut:
Kita bisa mengunakan angka 9 atau
dibulatkan menjadi 10 untuk panjang kelas interval.
Pilih ujung bawah kelas interval
pertama, dalam contoh ini bisa dipakai data terkecil atau nilai data yang lebih
kecil dari data terkecil tetapi dengan syarat selisihnya harus kurang dari
panjang kelas.
Dengan mengambil banyak kelas 7
dan panjang kelas 10 serta ujung bawah kelas pertama kita ambil data yang lebih
kecil dari data yang terkecil disini kita pakai angka 31 maka kita peroleh
daftar distribusi frekuensi seperti di bawah ini:
Distribusi Frekuensi Relatif dan Kumulatif
Dalam contoh di atas kita sudah
membuat daftar distribusi dalam bentuk absolut, jika frekuensinya dalam bentuk
persen, maka akan diperoleh daftar distribusi frekuensi relatif. Dari tabel 2.5
dapat kita cari frekuensi relatifnya untuk setiap kelas intervalnya. Distribusi
frekuensi relatif atau disingkat f(%) diperoleh dengan cara membagi nilai
frekuensi setiap kelas interval dengan jumlah data dikalikan 100. Contoh untuk
tabel 2.5 akan kita cari frekuensi relatifnya.untuk kelas pertama frekuensinya
2 maka frekuensi relatifnya adalah sebagai berikut:
Sehingga distribusi frekuensi
dari semua kelas dapat dihitung dan hasilnya dapat dibuat satu tabel dengan
distribusi frekuensi absolut seperti tabel di bawah ini.
Selain tabel distribusi absolut
dan relatif adalagi tabel distribusi yang disebut distribusi
kumulatif/distribusi meningkat. Ada dua jenis distribusi kumulatif yaitu,
distribusi kumulatif kurang dari dan distribusi kumulatif lebih dari.
Distribusi kumulatif kurang dari diperoleh dengan menjumlahkan secara menurun
frekuensi absolut, sementara itu distribusi frekuensi lebih dari diperoleh
dengan menjumlahkan secara meningkat frekuensi absolut. Daftar distribusi frekuensi kumulatif kurang
dari dan lebih dari disajikan dalam tabel berikut ini:
Sampai saat ini kita mengenal
tiga distribusi yaitu distribusi frekuensi absolut, relatif dan kumulatif. Dari
distribusi tersebut dapat kita buat grafik histogram dan poligon.
Histogram dan Poligon
Histogram adalah salah satu
bentuk grafik yang juga disebut dengan bar
diagram karena bentuknya berupa segiempat yang berjajar. Salah satu fungsi
grafik histogram adalah untuk menyajikan data dalam distribusi frekuensi. Untuk
membuat histogram dari distribusi frekuensi biasa digunakan batas-batas kelas interval sebagai sumbu
mendatar/horisontal, atau juga bisa digunakan titik tengah dari kelas interval.
Sedangkan untuk sumbu tegak/vertikal digunakan frekuensi baik absolut ataupun
relatif. Untuk contoh grafik histogram kita gunakan data yang ada pada tabel
2.5 dengan langkah:
- Menentukan batas kelas tiap interval
- Membuat segiempat dengan tinggi yang sesuai dengan jumlah frekuensinya pada tiap-tiap kelas interval.
- Dalam membuat histogram segiempat tersebut harus berhimpitan satu dengan yang lain.
Dari tabel 2.5 kita tentukan dulu batas kelas untuk tiap kelas interval yaitu dengan cari mengurangi batas bawah kelas interval dengan 0,5 atau ½ sehingga diperoleh hasil sebagai berikut:
Dari tabel 2.8 dapat kita buat grafik histogram seperti dibawah ini:
Selain mengunakan batas kelas
seperti gambar di atas grafik histogram
bisa juga dibuat dengan mengunakan titik tengah dari kelas interval. Masih
mengunakan data pada tabel 2.5 kita memperoleh nilai tengan seperti pada tabel
berikut ini:
Dari tabel 2.9 dapat kita buat
grafik histogram seperti dibawah ini:
Selain grafik
histogram kita mengenal grafik poligon yaitu grafik yang dibentuk dengan
menghubungkan titik-titik tengah tiap-tiap kelas interval pada ujung-ujungnya.
Dari gambar 2.2 akan kita buat grafik poligonnya sehingga didapatkan grafik
seperti di bawah ini.
Dengan grafik poligon kita dapat
mengambarkan bentuk kurva dari data yang dibuat dalam distribusi frekuensi.
Untuk distribusi kurva akan dijelaskan pada bab 5 yaitu ketika membahas bentuk
kecondongan dan keruncingan suatu kurva distribusi.
